Beginilah aku merefleksikan awal kehidupanku dulu. Semua serba sederhana, tak ada yang rumit bin njlimet. Mau tidur tinggal tidur, mau makan (minum) tinggal nangis. Ketawa dan ngoceh bebas kapan saja. Inilah bentuk awal kehidupan ketika kata pembentuk makna tidak berarti. Hanya bahasa gerak dan mimik yang menentukan. Bunyi yang diketahui hanyalah "eh eh" dan "oeee" selebihnya hanyalah dengusan napas yang bergerak pendek-pendek...
Inilah bentuk paling purba dari komunikasi manusia. Tak ada kalimat, semuanya adalah bahasa tubuh. Kita tak perlu jauh-jauh kembali ke masa silam untuk menerjemahkan manusia purba berbicara satu sama lain. karena bentuk purba dari komunikasi kita adalah saat kita masih bayi. Pun tak perlu kita belajar bahasa isyarat untuk mengetahui maknanya, karena pesan yang disampaikan adalah pesan kemurnian yang bisa dibaca dengan mata cinta dari sepasang orang tua...
#untuk fayakhyar yang udah 3 bulan#


0 comments:
Poskan Komentar