Selasa, 27 Desember 2011

Ojo Sambat


Tanda ini harusnya berarti Stop kalo mengikuti terminologi lalu lintas. Tapi ini beda. Saya mendapatkannya dari BB group yang dikirim oleh seorang teman. Mungkin anda sudah punya juga. Kepada si pemilik gambar ini, saya ijin mempostingnya di blog saya yah... thanks...

Terus terang sudah lama saya tidak mendengar kata ini. Sambat dalam bahasa Jawa artinya mengeluh. Waktu kecil, saya sangat sering mendengar kata ini diucapkan oleh ibunda saya. "Wis, ojo sambat"... artinya "sudahlah, jangan mengeluh". Kepada siapa diucapkan? Kepada saya tentu saja, yang waktu kecil sering sekali sambat. Macam-macam sambatnya: sambat capek sekolah, sambat uang saku sedikit, sambat pengen dibeliin sepeda, sambat gak ada jajanan di rumah, sambat ini, sambat itu, sambat lain-lain. Kalau saya sudah kebanyakan sambat, maka ibunda hanya bilang "Sambat ora ono gunane"... mengeluh itu tak berguna.

Nasihat kecil dari seorang ibu yang terngiang selalu di telinga sampai dewasa, walaupun terminologi sambat sudah memudar dari memori. Saat dalam tekanan atau himpitan keadaan dan hati melemah, mengeluh menjadi satu-satunya pilihan dan kembali nasihat ibu muncul di kepala. Tak mudah untuk tidak sambat. Secara psikologis, orang butuh sambat sebagai curhat pelepas kekesalan. Ujungnya memang lega, tapi toh tak menyelesaikan masalah. Anda bisa berdebat tentang ini. Orang Jawa berpikir lebih jauh: buat apa sambat jika tak menyelesaikan masalah. Lebih baik upayakan sesuatu untuk selesaikan masalah itu.

It's better to light a candle than to curse the darkness!!  
Dilarang Sambat yah!!


0 comments:

Followers

 

Dani Miftahul Akhyar. Copyright 2011 All Rights Reserved Free Wordpress Templates by Brian Gardner Blogger Templates presents HD TV Fringe Streaming. Featured on Wedding Photographers Singapore.