Senin, 16 Januari 2012

24 jam...


Adalah waktu yang diberikan Tuhan kepada semua makhluknya di bumi. Manusia, binatang, tumbuhan, di Eropa, Amerika, Afrika, dimanapun. Semua sama. Tak ada yang lebih, tak ada yang kurang. Akan tetapi, dengan 'modal' yang sama, mengapa hasilnya berbeda? Manusia terutama, ada yang kaya, ada yang miskin. Ada yang sukses, ada yang gagal. Ada yang pintar, ada yang bodoh. Ada yang sehat, ada yang sakit. 24 jam adalah waktu yang digunakan Michael Dell, Donald Trump, Mahatma Gandhi, dan Steve Jobs setiap hari untuk meraih mimpi-mimpi besar mereka hingga dunia mengenal nama mereka sepanjang sejarah. 24 jam pula yang dimiliki oleh orang-orang biasa, seperti saya, dengan banyak memanfaatkannya untuk hal-hal nggak penting semata demi kesenangan diri sendiri.

Oh, alangkah menusuknya ayat Tuhan "Demi waktu... sesungguhnya manusia itu berada dalam keadaan merugi." Apabila ditilik dari kacamata dagang, jikalau modal tak dipakai semua untuk menghasilkan keuntungan, tentu dikatakan rugi. Pun jua dengan waktu 24 jam. Banyaklah kita pakai untuk hal-hal yang sedikit memberikan manfaat. Sisa waktu terbuang percuma untuk 'doing something for nothing'. Imam Ali bin Abi Tholib mengatakan bahwa "barang siapa yang hari esok lebih baik dari hari ini dialah orang yang beruntung. Hari esok sama dengan hari ini dialah orang yang merugi. Hari esok lebih buruk dari hari ini dialah orang yang celaka...". Al waqt kas syaif... waktu itu bagaikan pedang. Lengah, maka kau akan dibabat".

Ilmu tentang time management telah banyak dikaji. Berikut sedikit khasanah yang bisa dicermati. Pertama, jangan jadi orang yang merugi karena waktu. Lalu siapa orang-orang yang tak merugi? LanjutNYA, "kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh". Yaitu menghabiskan waktu demi sang Pencipta karena Dialah pemilik waktu dan diri kita, serta menghabiskan waktu untuk beramal baik kepada sesama makhlukNya. Pendek kata, berbuat baik secara vertikal dan horisontal.

Kedua, ingat 5 sebelum 5. Grup musik asal negeri Jiran "Raihan" membuat syair menarik

"...gunakan kesempatan yang masih diberi agar kita tak kan menyesal..."
"...masa usia kita jangan disia-siakan... karna ia tak kan kembali..."
"...ingat 5 perkara sebelum lima perkara..."
"...sehat sebelum sakit..."
"...tua sebelum muda..."
"...kaya sebelum miskin..."
"...lapang sebelum sempit..."
"...hidup sebelum mati..."

Ketiga, Ibuku mengatakan "jangan menunda apa yang bisa dilakukan sekarang. ambil kesempatan saat ini, karena sesal kemudian tak berguna...". Wejangan yang tak lekang oleh waktu, walaupun kadang masih tak kuasa menahan rasa malas yang demikian besar menghadang.

Selamat menikmati waktu!

0 comments:

Followers

 

Dani Miftahul Akhyar. Copyright 2011 All Rights Reserved Free Wordpress Templates by Brian Gardner Blogger Templates presents HD TV Fringe Streaming. Featured on Wedding Photographers Singapore.