Ada ada aja om Harry dan om Denny yang hari ini pusing mikirin mau kemana nyari surat sakit. Sudah tahu organisasi ini birokratis, eh gak minta surat sakit ke dokter saat absen kerja karena sakit. Sekarang diminta deh sama perusahaan, baru bingung. Mau nyari dimana surat sakit yang harinya bisa mundur ke belakang?
Ah, terkadang birokrasi membuat kita terjebak dan kikuk. Padahal, Tuhan dan semua rekan kerja juga pasti tahu kalau mereka sakit pada hari itu. Mengapa harus dipusingkan dengan selembar kertas sebagai formalitas?? Eniwei, lucunya hidup kita juga banyak tergantung dan terjebak dengan kertas-kertas macam itu. Ada kertas yang namanya ijasah lah, surat tanah lah, skkb lah, surat tilang lah, dan semua tetek bengek kertas2 yang berisi formalitas... Sorry buat yang beraliran administratur, mungkin kalian punya dalih kertas2 itu sebagai dokumentasi sebuah proses, fine! Tapi bukan berarti kita menjadi cenderung terjebak dengan dokumentasi dan melupakan esensi toh? Lihatlah, anak2 kita sekarang terpaku mengejar ijasah dan bukan ilmu, bank2 lebih peduli surat2 kelengkapan kredit daripada ide/potensi bisnis UKM, dan Pak Lurah lebih terpaku daftar warga miskin untuk memberi beras Raskin, padahal banyak warga kere di daerahnya yg tak tercantum di daftar itu. Birokrasi ini lama2 benar2 menjadi bureau-crazy... Sesuatu yang nggak lagi beresensi... padahal, esensi itulah yang terpenting, yang mampu menjawab makna di belakang setiap proses...
Selasa, 03 Januari 2012
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 comments:
Poskan Komentar